Friday, 17 February 2012

Ibu Cuba Bunuh 2 Anak Sendiri Dengan Tukul Besi Ketika Tidur Berjaya Dihalang

TULUNGAGUNG - Jumiati (29), warga Desa Bangoan,  Jawa Timur, cuba melakukan pembunuhan terhadap dua darah dagingnya sendiri.

Ketika tertidur , dihentamnya bahagian kepala Andika (9) dan Intan yang berusia (1,5 tahun) dengan sebuah tukul besi Andika yang merasa kesakitan  terbangun. Dengan kepala berlumuran darah, pelajar kelas dua sekolah dasar itu berteriak meminta pertolongan.

Kehadiran tetangga tidak membuat surut niat keji Jumiati. Dipukulnya kepala anak bongsunya yang belum juga terbangun. Setelah itu di hadapan mata para tetangga, dia hentamkan tukul yang ada di genggaman tangan  ke arah kepalanya sendiri.

“Untungnya beberapa tetangga berhasil merebut tukul. Kalau tidak tentu apa yang terjadi lebih buruk lagi, “kata Budiono, suami Jumiati yang pada masa kejadian sedang keluar rumah untuk membeli makanan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Baik Jumiati dan kedua anaknya langsung dilarikan ke ruang Instalasi Rawat Darurat RSUD dr Iskak Tulungagung. Andika  mengalami luka robek pada bahagian kepala sebelah kanan, atas dan belakang.

Disyaki dia menderita gegar otak ringan. Sebab setiba di hospitalt, kank-kanak bernasib malang  itu mengeluh mual dan ingin muntah. Keadaan Intan dilihat lebih baik, meski kepalanya juga terdapat luka. Anak yang sepertinya belum tahu apa yang terjadi pada ibunya.  Dia terlihat tenang berada di dalam pangkuan Budiono.

Sementara jiwa Jumiati terlihat begitu tergoncang. Keadaan tersebut yang mendorong jururawat rmenempatkan Jumiati pada ruang tersendiri kerana ibu dua anak itu terus berteriak  meminta kedua anaknya di dekatkan kepadanya. “Saya tidak tahu kenapa keadaan jiwa isteri saya menjadi seperti ini, “terang Budiono.

Informasi yang dihimpun, Jumiati dikenal sebagai perempuan yang memiliki pembawaan keras dan galak. Tidak sedikit tetangga yang melihat, dia begitu ringan tangan terhadap anaknya yang telah melakukan kesalahan kecil.

Sebelum malapetaka percubaan pembunuhan itu terjadi, Jumiati baru pulang dari rawatan di Hospital Bhayangkara Tulungagung. Setelah 7 hari  menjalani pemeriksaan kerana tekanan darahnya mencapai 200 dan ancaman stroke, ia diperbolehkan pulang.

Selama hari pertama berada di rumah, Budiono melihat perangai istrinya yang berubah. Ia nampak tidak nyaman dan sering marah tanpa alasan. “Namun saya mencoba memaklumi mungkin keadaan orang yang baru saja sakit, “terang Budiono.

Budiono tidak mengira jika sepeninggal dirinya keluar rumah untuk membeli makanan, Jumiati akan berbuat seperti orang yang tidak waras. Berdasarkan, saksi beberapa tetangga, Jumiati sempat membawa  playar sebelum akhirnya memilih penukul sebagai alat untuk percubaan pembunuhan.

Beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi, Jumiati pernah cuba bunuh diri dengan cara membakar diri bersama kedua anaknya. Bahkan, perempuan tersebut sudah sempat membeli sebotol minyak. “Untungnya perbuatan nekad itu berhasil saya gagalkan. Sampai hari ini saya tidak tahu apa yang menyebabkan perbuatan nekadnya, “katanya.

Budiono berharap semua permasalahan yang menimpa keluarganya boleh segera berlalu. Doktor jaga IRD RSUD dr Iskak Tulungagung Andi Prasetyo, dari ketiga pesakit, Andika yang paling parah.  Sementara Intan juga mengalami luka robek sekitar 2 cm pada kepala bahagian atas dan belakang.

Sementara Jumiati mengalami luka robek pada kepala bahagian depan dan harus dijahit. “Meski sepintas tidak mengkahwatirkan, ketiga pasien tetap akan menjalani pemeriksaan lanjuti. “ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...